Hari seperti biasa #Chapter 1
Hari seperti biasa
Pada pagi hari yang cerah, Selalu ada seorang pemuda yang berlari kearah stasiun dekat tempat tinggalnya, ya karena dia selalu terlambat karena pekerjaannya dirumah hanya menonton tv sampai malam, bergadang dan bermain game, tanpa memikirkan urusan-urusan yang lain, Sampai-sampai tetangga menjulukinya sebagai " Si Pemalas Tingkat Akut " ya karena sifat malasnya yang tidak ketulungan itu.
Pemuda itu bernama kunaka, Seorang pelajar Kelas 12 , seorang yang tidak terlalu menyukai eskul apapun, atau kegiatan apapun disekolahannya, karena menurut dia kegiatan itu hanya membuat dirinya semakin dikucilkan dan dijauhkan oleh orang lain.
" Hmmmm... sebenarnya untuk apa aku lari kestasiun dengan terburu-buru, bukannya biarpun aku berlari seperti orang yang rajin, orang-orang selalu saja menjuluki diriku si pemalas tingkat akut! " Aku selalu membeci diriku dan semua orang yang menyebut diriku pemalas, sambil menunggu kereta aku selalu berfikir seperti itu.
" aaaaaa..... Keretanya lama sekali, apa yang terjadi dengan keretanya?? aku sudah sangat terlambat, hmmmm.... apakah aku harus jalan?? engga-engga sepertinya itu ide yang buruk, atau aku berlari atau memeasan taksi? aaaaa.... itu sangat merepotkan sekali..... " aku selalu berbicara seperti itu saat sedang menunggu kereta, sambil melihat-lihat orang disekitar.
" tut tut tut desss "suara kereta yang sedang menuju stasiun dari kejauhan.
" aaaahh.. akhirnya! sungguh kereta yang sangat lama, dan yang ku herankan, kenapa kalau aku mau naik kereta selalu saja seperti ini?? apakah ini kutukan!! " aku berfikir seperti itu sambil berjalan menuju pintu kereta yang terbuka otomatis.
saat aku inggin naik kereta itu, tiba-tiba aku baru sadar aku lupa membawa PR yang sudah kuselesaikan.
" aaaaa.... aku lupa membawa PR yang sudah kuselesaikan itu, aaaaa... bodo amat dah sama pr itu, bisa lah besok ku bawa prnya " aku mengatakan hal itu sambil mencari tempat duduk yang menurutku bagus dan nyaman.
Setelah menunggu sekitar 6 menit dikereta, akhirnya aku sampai distasiun dimana sekolah itu berada, sebenarnya aku sangat malas sekolah, bukan karena aku membenci sekolahannya, tapi aku sangat dan hampir membenci warga disekolah itu, rasanya inggin aku pukul mereka dengan keras, karena selalu mengatakan aku adalah orang yang akan gagal. Tau dari mana aku akan gagal? apakah mereka tuhan? mereka hanya mengatakan hal-hal yang tidak penting.
" aaaahh.. akhirnya aku sampai dikelas, dan sepertinya akan dihukum seperti biasa, hmmm... bosan " Aku selalu membual sepert itu kalau aku mau masuk kelas, ya memang agak aneh, tapi menurutku kelas sangatlah membosankan.
" Maaf aku telat seperti biasa, cepatlah hukum aku " aku berkata seperti itu sambil membuka pintu kelas
" eeehhh ehhh, gurunya belum datang? apakah sakit? hmmmmm... biarka saja, sepertinya aku tidak akan dihukum " aku mengatakan itu sambil menuju tempat dudukku yang ada didekat jendala, karena sangat hanggat, dan itulah tempat yang aku suka, da seperti biasa, tidak ada yang peduli dengan ku, ya karena aku pemalas, tapi ada 1 orang yang selalu berbicara denganku, dia adalah ' Whet ' dia duduk disebelahku, dan selalu bermain dengan ku tidak peduli aku adalah anak yang seperti apa, aku sangat menghargainya .
dan tiba-tiba saja whet menyapaku " oiiii.. kau selamat, sekarang guru sedang tidak masuk karena sakit, hmmmm.... kau ada kegiatan sehabis sekolah? aku inggin jalan-jalan, mau ikut? "
" hmmmm... aku tak tahu, tapi dari pada aku dibilang pemalas tingkat akut, oke aku akan ikut " aku mengatakan itu sambil melihat pemandangan diluar jendela, dan sepertinya itu sangat menyenangkan.
" teng teng teng " Bel bunyi istirahat.
sambil menutup buku, aku mulai beranjak dari tempat duduk ku itu, dan aku sedikit heran , aku selalu melihat wanita yang memperhaikan ku saat aku menuju kantin.
" oiii, kau inggin makan apa sekarang " whet berbicara padaku sambil berjalan menuju kantin.
" mie saja, aku inggin maka itu lagi. "
" tapi bukannya kemarin dan kemarin dan kemarin-kemarin kau selalu memakan mie "
" ya, memang aku selalu memakan mie, tetapi dengan rasa yang berbeda, kau tidak akan mengetahui kelezatannya "
" hmmm...oke aku akan makan nasi saja"
Kami selalu berbicara tentang makanan seperti ini, dan aku sangat suka mie.
" oiii apa yang sedang kau lihat? Hantu? kau melihat kearah sana sampai melotot seperti sedang diabut nyawa, oii jawab, jangan-jangan kau sudah mati??? tidakkk kita belum meninta maaf kepada sita karena mengambil pulpennya , oii oiii " whet berbicara sambil melihatku yang sedang benggong.
" ehhh ada apa? "
" kenapa tiba-tiba kau melihat kearah sana? ada apa? "
" hmmm... sepertinya aku melihat sesosok wanita, tapi sepertinya dia sudah pergi "
" apaa!! wanita?? hantu??? aaaaaaaaa "
" bukan, bodoh! tapi manusia, hmmmmm... biarkan saja lah "
" jangan-jangan dia fans mu, hmmmm... ada yang menyukaimu sepertinya ras, hahahah. "
" tidak jelas!! "
" oke, yasudah kau habiskan mie mu itu, waktu istirahat hampir selesai"
" oke "
Setelah kami selesai makan, kami pun langsung kedalam kelas, dan aku maasih heran dengan wanita itu,
Comments
Post a Comment